Efektivitas midazolam untuk pencegahan mual muntah pascabedah pada prosedur laparaskopi
ABSTRACT

Background: All patients undergoing surgery are at risk for experiencing postsurgical

nausea and vomiting ( PONV ). The occurrence of PONV be very detrimental

symptoms especially after ambulatory surgical procedures and interfere with the

process of recovering from anesthesia and surgery to extend treatment time.

Laparoscopy is a minimally invasive surgical procedure that accompanied high

enough incidence of PONV. Causes high incidence of PONV in surgery laparaskopi

caused by the gas used to insuflasi and led to an emphasis on the nervus vagus which

has a relationship with vomiting center in medulla oblongata. In addition, other causes

such as anesthetic technique, sex, pain, post- operative care and patient demographic

data relating to the influence of the occurrence of emesis. Midazolam as an anti- emetic agent as well as anxiolitic reduce the synthesis, release and post- synaptic effects of

dopamine and adenosine reuptake menhambat, to reduce the input of dopamine and 5

-HT3 against CRTZ and reduce the input from the thalamus directly influence the

vomiting center .  

Objectives:  We evaluated the administration of midazolam as an anti- emetic agent as well as anxiolitic

Methods: Forty-eight patients who will undergo elective surgical procedures

laparaskopi randomly divided into two groups. Having given medication premedikasi,

group M ( n = 24 ) given midazolam 35 g / kg body weight intravenously; groups O ( n

= 24 ) given ondansetron 4 mg intravenously. Procedures for anesthesia, opioid usage and long operation recorded. Then post- surgical nausea, vomiting incident was observed and recorded over a period of 8 hours postoperative.    

Results: The occurrence of nausea, vomiting after surgical procedures laparoscopic in this study are measured using PONV score with a 30-minute interval during the recovery room and every 1 hour in a treatment room for 8 hours post- surgery. At this done, there is a meaningful difference between the two groups with the result p = 0.022 ( p < 0.05 ) at P2 observation ( 60 minutes post- surgery ).    

Conclusion: midazolam 35 g / kg body weight after premedikasi on general anesthesia in elective surgical procedures laparaskopi reduce nausea vomiting incident postoperative especially at 1 hour post- surgery.    

Keywords

Keywords : midazolam , ondansetron , vomiting center , post- surgical nausea vomiting , laparaskopi
ABSTRAK

Latar belakang: Seluruh pasien yang menjalani pembedahan beresiko untuk mengalami mual dan muntah pasca bedah (PONV). Kejadian PONV menjadi gejala yang sangat merugikan terutama setelah prosedur pembedahan ambulatori serta mengganggu proses pemulihan pasca anestesi dan pembedahan sehingga memperpanjang waktu perawatan. Laparoskopi adalah suatu prosedur pembedahan minimal invasif yang disertai insidens PONV cukup tinggi. Penyebab tingginya angka kejadian PONV pada pembedahan laparaskopi disebabkan oleh gas yang digunakan untuk insuflasi dan menyebabkan penekanan pada nervus vagus yang memiliki hubungan dengan pusat muntah di medulla oblongata. Selain itu, penyebab lain seperti teknik anestesi, jenis kelamin, nyeri, perawatan pasca operatif dan data demografik pasien yang berhubungan dengan pengaruh terjadinya emesis. Midazolam sebagai agen anti emetik dan  anxiolitik yang  menurunkan sintesis, pelepasan dan efek pasca sinaptik dopamin serta menhambat reuptake adenosin, sehingga menurunkan input dopamin dan 5-HT3 terhadap CRTZ dan mengurangi input dari thalamus yang mempengaruhi langsung pusat muntah.    

Tujuan:  mengevaluasi pemberian midazolam sebagai agen anti emetik dan  anxiolitik

Metode: Empat puluh delapan pasien yang akan menjalani prosedur pembedahan laparaskopi elektif secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Setelah diberikan obat premedikasi, kelompok M (n=24) diberikan midazolam 35 μg/kgBB intravena kelompok O (n=24) diberikan ondansetron 4 mg intravena. Selama prosedur anestesi, pemakaian opioid dan lama operasi dicatat. Kemudian kejadian mual muntah pasca bedah diamati dan dicatat selama periode 8 jam pascabedah.    

Hasil: Kejadian mual muntah setelah prosedur pembedahan laparaskopi pada penelitian ini diukur menggunakan skor PONV dengan interval 30 menit selama di ruang pemulihan dan setiap 1 jam di ruang perawatan selama 8 jam pasca bedah. Pada penilitian ini, terdapat perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok dengan hasil p=0,022 (p<0,05) pada waktu pengamatan P2 (60 menit pasca bedah)    .

Kesimpulan: Midazolam 35 μg/kgBB setelah premedikasi pada anestesi umum pada prosedur pembedahan laparaskopi elektif menurunkan kejadian mual muntah pascabedah terutama pada 1 jam pasca bedah.   

Kata kunci : Midazolam, ondansetron, pusat muntah, mual muntah pasca bedah, laparaskopi
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 November 2014
Penulis :
» Jamiludin
» Husain AAA
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume V Nomor 3, November 2013 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0