Pengaruh Asam Traneksamat pada Profil Koagulasi Pasien yang Mendapatkan Ketorolak
ABSTRACT

Background: Intra-operative bleeding is one of the challenges in anesthesia. Management of bleeding is an important modality for the anesthesiologist to maintain the patient in a state of physiological homeostasis. Ketorolac is a nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) are often used as intraoperative and postoperative analgesia in surgical patients. NSAID use as a post-surgical analgesia has side effects such as interference with the function of hemostasis, is one of its manifestations extended bleeding time. Tranexamic acid can reduce the amount of bleeding and save the use of coagulation factors durante operations, and thus is expected to improve the coagulation profile (PPT and aPTT) of patients who received ketorolac.

Objectives: To investigate the effect of Tranexamic acid administration to PPT and aPTT in patients given ketorolac

Method: This study is a clinical experimental study with randomized controlled blind design in Central Operating Theatre of Kariadi Hospital Semarang. Sample was taken from patient using simple random sampling and divided into two group. The first group (KI) was administered ketorolac and tranexamic acid .Second group (K II) was given ketorolac and placebo. Statistical analysis was performed with SPSS 16 for Windows.

Result: Preoperatively, PPT between groups were not significantly different (KI : 12.27±0.811 ;K II: 12.89±1.041; p: 0.083), and so were preoperative aPTT (K I: 30.01±2.060 ; K II: 31.43±3.632 ; p: 0.196). In 2 hours post operative PPT were prolonged in both groups but were not significantly different between groups ( K I : 13.17±1.202 ; K II: 13.60±1.648; p: 0.417). aPTT value in 2 hours post operative were significantly different between groups ( K I: 31.31±1.518; K II: 32.5667±3.899; p: 0.007). In 6 hours post operative, PPT K I were shortened ( 12.43±0.8314), but K II were still prolonged (13.793±1.384; p: 0.003). In aPTT, K I shortened (29.4533±1.465), as well as K II(34.74±3.967; p: 0.004) but the difference between groups were significant.

Conclusion: Statistically, Tranexamic acid administration provide significant improvement the coagulation profile in patients given ketorolac.

Keywords : Ketorolac, Tranexamic acid, PPT, aPTT
ABSTRAK

Latar Belakang: Perdarahan intra operatif adalah salah satu tantangan dalam bidang anestesi. Penanganan perdarahan merupakan modalitas yang penting bagi ahli anestesi untuk mempertahankan keadaan pasien dalam homeostasis fisologis. Ketorolak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang sering digunakan sebagai analgesia intraoperatif maupun post operatif pada pasien bedah. Penggunaan OAINS sebagai analgesia paska bedah memiliki efek samping berupa gangguan pada fungsi hemostasis, salah satu manifestasinya adalah memperpanjang waktu perdarahan. Asam traneksamat dapat menurunkan jumlah perdarahan dan menghemat pemakaian faktor faktor koagulasi durante operasi, dan demikian diharapkan akan memperbaiki profil koagulasi (PPT dan aPTT)pasien yang mendapatkan ketorolak.

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian asam traneksamat terhadap PPT dan aPTT pasien yang mendapatkan ketorolak

Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental klinis dengan desain acak tersamar di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel diambil dari pasien yang menjalani operasi menggunakan “simple random sampling”

dan dibagi menjadi dua kelompok : Kelompok 1 (K1) diberikan diberikan ketorolak 30 mg iv dan Asam traneksamat 1 gram intravena; Kelompok 2 (K2) diberikan diberikan ketorolak 30 mg iv dan placebo. Pasien dinilai PPT dan aPTT sebelum operasi, 2 jam pasca operasi dan 6 jam pasca operasi. Analisis statistik dengan SPSS for Windows versi 16.

Hasil: Pada periode pre operatif, rerata PPT kedua kelompok cenderung tidak berbeda bermakna (KI : 12.27±0.811detik ;K II: 12.89±1.041; p: 0.083), demikian pula aPTT pre operatif (K I: 30.01±2.060 detik ; K II: 31.43±3.632 ; p: 0.196). Pada 2 jam post operatif terjadi pemanjangan PPT pada kedua kelompok namun beda kedua kelompok tidak bermakna ( K I : 13.17±1.202 detik K II: 13.60±1.648; p: 0.417). Perbedaan nilai aPTT 2 jam pasca operasi kedua kelompok tersebut bermakna secara statistik ( K I: 31.31±1.518 detik K II: 32.5667±3.899; p: 0.007). Pada 6 jam pasca operasi, PPT K I memendek ( 12.43±0.8314), namun K II tetap memanjang (13.793±1.384; p: 0.003). Pada nilai aPTT, K I memendek (29.4533±1.465),K II (34.74±3.967; p: 0.004) .

Simpulan: Pemberian asam traneksamat dapat memperbaiki studi koagulasi pasien yang mendapatkan ketorolak secara bermakna secara statistic

Kata kunci : Ketorolak, Asam traneksamat, PPT, aPTT
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 November 2013
Penulis :
» Hijrineli
» Mohamad Sofyan Harahap
» Soenarjo
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume V Nomor 3, November 2013 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0