Angka Kejadian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Infeksi Paska Pemasangan Kateter Vena Sentral di Rumah Sakit Dr. Soetomo
ABSTRACT

Background:  Each year more than 5 million central venous catheter mounted. Unfortunately, more than 500,000 intravascular device-related bloodstream infections occur in the U.S. each year, of which 7-20% are due to central venous catheter-related bloodstream infection (CR-BSI). CR-BSI associated with prolongation of length of stay in hospital, increased costs and mortality. Several factors influence the occurrence of CR-BSI such as insertion sites, maximal sterile barriers, transparent dressings, care without aseptic technique, the use of parenteral nutrition and inotropik catecholamines, the condition of patients, and more. In Dr. Soetomo General Hospital, there is no data on the incidence of CR-BSI and the factors that influence it.

Objectives:  To calculate CR-BSI rate and analyze the factors that influence it in Dr. Soetomo General Hospital.

Methods:  This is a cohort study performed in in-hospital patients. The observation started when CVC was inserted to patients, basic data were recorded  such as identities, initial conditions, comorbidities, and insertion techniques. Patients were followed to evaluate CVC care techniques, systemic antibiotics, the use of parenteral nutrition and inotropik catecholamines, as well as suspicion of CR-BSI. Blood cultures were performed when suspicion of infection arise (both clinically and using Score IPS), and then the diagnosis of CR-BSI was made. All data were recorded until the CVC was removed and patient was discharged from hospital.

Results: There were 15 cases of CR-BSI in 139 patients, total duration of CVC were 1751 days, and the CR-BSI rate 8.57 cases per 1000 CVC days. The highest rate is in neurology ward, 35,71 cases per 1000 CVC days. Length of stay in hospital (p=0.032), duration of CVC usage (p=0.002), use of parenteral nutrition (p=0.000), use of inotropik catecholamines (p=0.041), APACHE II score (p=0.000), infection prior to CVC insertion (p=0.039) and elsewhere infection (p=0.033) is a significant factor influencing the incidence of CR-BSI. However, if these factors are examined together, duration of CVC usage (p = 0,030), use of parenteral nutrition (p = 0.005), and APACHE II score (p = 0.006 ) were most dominant influencing CR-BSI.

Conclusion: The CR-BSI rate in Dr. Soetomo General Hospital approximately high, while duration of CVC use, the use of parenteral nutrition, and APACHE II scores as the most dominant factors affecting the incidence of such infection.

Keywords : Central venous catheter, central venous catheter-related bloodstream infection, parenteral nutrition, APACHE II Score.
ABSTRAK

Latar Belakang: Setiap tahun lebih dari 150 juta kateter intravena digunakan, dimana 5 juta dari mereka dipasang pada vena sentral. Sayangnya, lebih dari 500.000 infeksi yang terkait dengan pemasangan alat secara intravaskular melalui aliran darah terjadi di AS setiap tahun, 7-20 % disebabkan oleh central venous catheter - related blodstream infection ( CR - BSI ). CR - BSI terkait dengan perpanjangan lama tinggal di rumah sakit, meningkatkan biaya dan kematian. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya CR - BSI seperti tempat penyuntikan, prosedur pemasangan yang steril maksimal, dressing transparan, perawatan tanpa teknik aseptik, penggunaan nutrisi parenteral dan inotropikik katekolamin, kondisi pasien, dan banyak lagi. Belum ada data tentang kejadian CR - BSI dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo.

Tujuan: Menghitung angka kejadian CR - BSI dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya di Dr Soetomo Surabaya.

Metode: Prosedur penelitian dimulai sejak CVC dipasang pada pasien, data dasar dicatat seperti identitas, kondisi awal, komorbiditas, dan teknik pemasangan. Pasien diikuti untuk mengevaluasi teknik perawatan CVC, pemakaian antibiotik sistemik, penggunaan nutrisi parenteral dan inotropikik katekolamin, serta dugaan CR - BSI. Kultur darah dilakukan bila dicurigai infeksi timbul (baik secara klinis dan menggunakan Skor IPS), dan kemudian diagnosis CR - BSI dibuat. Semua data dicatat sampai CVC telah dilepas dan pasien keluar dari rumah sakit.

Hasil: Ada 15 kasus CR - BSI pada 139 pasien, total durasi pemakaian CVC adalah 1.751 hari, sehingga tingkat CR - BSI 8.57 kasus per 1000 hari penggunaan CVC. Tingkat tertinggi adalah di bangsal neurologi, 35,71 kasus per 1000 hari penggunaan CVC. Lama tinggal di rumah sakit (p = 0,032), durasi penggunaan CVC (p = 0,002), penggunaan nutrisi parenteral (p = 0,000), penggunaan inotropikik katekolamin (p = 0,041), skor APACHE II (p = 0,000), infeksi sebelum pemakaian CVC (p = 0,039) dan infeksi di tempat lain (p = 0,033) merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi kejadian CR - BSI. Namun, jika faktor-faktor ini diperiksa bersama-sama, durasi penggunaan CVC (p = 0,030), penggunaan nutrisi parenteral (p = 0,005), dan skor APACHE II (p = 0,006) memberikan pengaruh yang dominan terhadap CR - BSI.

Kesimpulan: Angka kejadian CR - BSI di Dr Soetomo Rumah Sakit Umum tinggi, sedangkan durasi CVC digunakan, penggunaan nutrisi parenteral , dan skor APACHE II sebagai faktor paling dominan yang mempengaruhi kejadian infeksi tersebut.

Kata kunci : kateter vena sentral, infeksi kateter terkait aliran darah vena sentral, nutrisi parenteral, APACHE II Score.
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 March 2014
Penulis :
» Eka Seprianti Widiastuti
» Bambang Wahjuprajitno
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume VI Nomor 1, Maret 2014 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0