Perbandingan Intensitas Nyeri Akut Setelah Pembedahan Pada Pasien dengan Regional Analgesia Epidural Teknik Kontinyu dibandingkan dengan Teknik Intermitten
ABSTRACT

Background:  Epidural analgesia is the technique of choice to reduce acute pain caused by surgery. The aim of this study are to find if there any difference in post-operative pain intensity between patients that undergo continuous and intermitten epidural analgesia.

Methods: This study is an experimental, single blind randomised controlled trial. Samples of the study are 17 to 60 years old patients with ASA physical status I-II and BMI of 18,5-25 kgs/m2 that undergone elective or emergency surgery on abdomen or extremities using epidural analgesia techniques. 20 samples randomisedly picked at the end of surgery to each study group which is continuous epidural analgesia group (I) and intermitten epidural analgesia group (II). 8 ml of bupivacaine 0,125% are given by bolus via epidural catheter in each group at the end of surgery. In the continuous epidural analgesia group, bupivacaine 0,125% are given continuously at the rate of 2 ml/hour via epidural catheter for the first 24 hours after surgery. In the intermitten epidural analgesia group, 8 ml of bupivacaine 0,125% are given intermittenly every 4 hour via epidural catheter for the first 24 hours after surgery. Pain intensity in each group are evaluated and documented every 4 hours for the first 24 hours after surgery using Verbal Numerical Analogue Scale (VNAS). Data were then collected and analysed with mann-whitney using SPSS 16.0 (p<0,05 means there are statistical difference between study group).

Results: Group I showed better pain intensity in 4 hours after surgery, the median VNAS score was 0, compared to group II that has median VNAS score of 1 (p=0,009). Group II showed better pain intensity in the 20th to 24th hours after surgery, with the median VNAS score of 1, compared to group I that has median VNAS score of 2 (p=0,020 at the 20th hours after surgery and p=0,000 at the 24th hours after surgery). There are no difference in median VNAS score between two groups at the 8th, 12th, and 16th hours after surgery (p=0,114; p=0,758; p=0,369). Median VNAS score of group II was 1 at every 4 hours evaluation in the first 24 hours after surgery

Conclutions: intermitten epidural analgesia are better than continuous epidural analgesia in controlling post operative acute pain. Intermitten epidural analgesia are very stable to control post-operative acute pain.

 

Keywords : Acute pain, Epidural analgesia, Continuous, Intermitten, Verbal Numerical Analogue Scale
ABSTRAK
Pendahuluan: Epidural analgesia merupakan teknik pilihan untuk mengurangi nyeri akut akibat pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan intensitas nyeri akut setelah pembedahan pada pasien yang mendapat regional analgesia epidural teknik kontinyu dengan teknik intermitten.
Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental klinis tersamar tunggal. Sampel penelitian adalah pasien dengan usia 17-60 tahun, kriteria klinis ASA I-II, dan BMI antara 18,5-25 kg/m2 yang menjalani pembedahan elektif maupun emergensi pada ekstremitas dan abdomen menggunakan epidural anestesi. Randomisasi sederhana dilakukan pada subjek sehingga didapatkan 2 kelompok yaitu kelompok epidural kontinyu dan kelompok epidural intermitten setelah pembedahan selesai, dengan jumlah sampel 20 pasien setiap kelompok penelitian. Pada kedua kelompok diberikan bolus bupivacaine 0,125% sebesar 8 ml melalui kateter epidural, kemudian pada kelompok epidural kontinyu dilanjutkan dengan pemberian kontinyu bupivacaine 0,125% sebanyak 2 ml/jam dan pada kelompok epidural intermitten diberikan bupivacaine 0,125% sebanyak 8 ml bolus setiap 4 jam selama 24 jam pertama setelah pembedahan. Intensitas nyeri pada semua sampel diamati setiap 4 jam selama 24 jam dengan menggunakan Verbal Numerical Analogue Scale (VNAS). Data penelitian dianalisa menggunakan analisis
mann-whitney pada SPSS 16.0 (p<0,05 menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik).
Hasil: Penelitian ini menunjukkan pemberian epidural kontinyu pada 4 jam pertama setelah pembedahan memiliki nilai median VNAS 0 dibandingkan pemberian epidural intermitten dengan nilai median VNAS 1 (p=0,009). Pemberian epidural intermitten pada jam ke-20 dan ke-24 setelah pembedahan memiliki nilai median VNAS 1 dibanding pemberian epidural kontinyu dengan nilai median VNAS 2 (p=0,020 pada jam ke-20, p=0,000 pada jam ke-24). VNAS pada kedua kelompok penelitian jam ke-8, ke-12 dan ke- 16 setelah pembedahan memiliki nilai median sama, yaitu 1. Pemberian epidural intermitten sangat stabil dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan nilai median VNAS 1 pada evaluasi setiap 4 jam selama 24 jam pertama.
Kesimpulan: Pemberian epidural analgesia menggunakan teknik intermitten lebih baik
dari pada teknik kontinyu.
Kata kunci : nyeri akut, kontinyu epidural analgesia, intermitten epidural analgesia, Verbal Numerical Analogue Scale
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 July 2014
Penulis :
» Teddy Ferdinand
» Djudjuk R. Basuki
» Isngadi
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume VI Nomor 2, Juli 2014 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0