Peran Deksmedetomidin Sebagai Protektor Otak Yang Dinilai Dengan Kadar Il-6 Dan Cox-2 Pada Tikus Model Cedera Otak Traumatika
ABSTRACT

Background : Brain protection is one of the important issue in brain trauma management, to prevent secondary brain injury. There are basic method and pharmacologic method in brain protection. Many studies over the world perform to find best  drugs for brain protection, but so far the result still inconsistent.

Objective: The objective of this study is to evaluate the role of dexmedetomidine as brain protector based on  IL-6 and COX-2 concentration.

Methods: A laboratory experimental study with randomized control trial design had been conducted on 24 male, wistar rat, about 3 month old, to receive artificial brain trauma in standard methode, to get moderate brain injury. After the approval from ethical committee, wistar rat divided into three group, K1 goup,n=8, (NaCl), P group n=8, (treatment) and K2 group=8, (control).   Rat anesthesied with ketamin 80 mg/lgBW intra peritoneally, get blood sample for ELISA analysis, followed by craniectomy for artificial brain trauma only for group K1 and P, after skin stitch rat of group K1 receive saline intra peritoneal, and group P get dexmedetomidine 60 µgr/kgBW. K2 group as control group were not received any trauma nor medication. Dexmedetomidine or saline was given serially at 3 hour, 12 hour and 24 hour after trauma. Next Blood sampling taken at 12 hour and 24 hour after trauma. Data were then analyzed with ANOVA and Friedman for group and Spearman analysis for correlation.

Result: IL-6 concentration in K1 goup increase significantly 12 and 24 hours after trauma compared to P group, (160±15,57) vs (140,5±17,65) and (172,6±19,07) vs (124,2±23,6). COX-2 concentration in K1 group increase significantly 12 and 24 hours after trauma compared to P group, (1491,41±341) vs (803,62±215,73) and (1048,45±170,43) vs (588,93±198,57). COX-2 concentration describe inflammation process. Spearman’s analisys showed positive correlation between IL-6 and COX-2 (ρ=0,71), in K1 group12 hour after trauma.

Conclusion:Dexmedetomidine has brain protection effect through decreasing of IL-6 and COX-2 concentration, and there are positive correlation between IL-6 and COX-2 concentration.

 

Keywords : brain protection, dexmedetomidine, IL-6, COX-2
ABSTRAK

Latar belakang: Proteksi otak sangat penting dalam penanganan cedera kepala sehari hari, agar tidak terjadi cedera sekunder. Proteksi otak terdiri dari metode dasar dan farmakologik yaitu dengan menggunakan obar-obatan. Sampai saat ini belum ada hasil proteksi otak yang konsisten dari berbagai metode farmakologi, sehingga masih terus menjadi bahan kajian.

Tujuan :  Penelitian ini untuk mengetahui peran deksmedetomidin sebagai protektor otak yang dinilai dengan kadar IL-6 dan COX-2.

Metode : Penelitian eksperimental di laboratorium dengan rancangan acak terkontrol, dilakukan pada 24 tikus wistar jantan, usia sekitar 3 bulan, kondisi aktif, yang mendapat perlakuan cedera kepala buatan derajat sedang. Setelah mendapat persetujuan komite etik, hewan coba dibagi dalam 3 kelompok secara random yaitu kelompok K1(NaCl) (n=8), kelompok P (deksmedetomidin) (n=8) dan kelompok K2 (kontrol) (n=8), kemudian dilakukan anestesi dengan Ketamin 80 mg/kgBB ip dan diambil sampel darah, selanjutnya kelompok K1 dan kelompok P dilakukan kraniektomi dan diberi trauma diikuti dengan pemberian deksmedetomidin 60 µgr/kgBB ip untuk kelompok P dan NaCl dengan volume dan cara sama untuk kelompok K1. Kelompok K2 tidak dilakukan cedera dan tidak mendapat terapi apapun. Pemberian deksmedetomidin atau NaCl diulang pada jam ke-3, ke-12 dan ke-24, pengambilan sampel darah berikutnya untuk pemeriksaan dengan metode ELISA dilakukan pada jam  ke-12 dan jam ke-24. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji ANOVA dan Friedman serta uji korelasi Spearman.

Hasil:  Kadar IL-6 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P, pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (160±15,57) vs (140,5±17,65) dan (172,6±19,07) vs (124,2±23,6). Sedangkan Kadar COX-2 pada kelompok K1 meningkat secara bermakna dibanding kelompok P pada 12 jam dan 24 jam pasca trauma. (1491,41±341) vs (803,62±215,73) dan (1048,45±170,43) vs (588,93±198,57). Kadar COX-2 menunjukkan proses inflamasi yang terjadi.  Analisis Spearman’s menunjukkan adanya korelasi positif antara IL-6 dan COX-2 (ρ=0,71), yang terjadi pada 12 jam pasca trauma pada kelompok yang mendapat NaCl.

Simpulan:  Deksmedetomidin mempunyai peran sebagai protektor otak dengan menurunkan kadar IL-6 dan COX-2. Ada korelasi positif pada perubahan kadar antara  IL-6 dan COX-2 setelah trauma.

 

 

Kata kunci : Proteksi otak, Deksmedetomidin, IL-6, COX-2.
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 November 2015
Penulis :
» Mohamad Sofyan Harahap
» Himendra Wargahadibrata
» Tatang Bisri
» Nancy M Rehatta
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume VII nomor 3, November 2015 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0