Efek Dexmedetomidine 0,2 ug/kgbb Intravena terhadap Insiden Delirium saat Pulih Sadar dari Anestesi Umum pada Pasien Pediatrik
ABSTRACT
Background : Dexmedetomidine gives sedation effect, analgesic and anxiolitik after
intravenous administration. Isoflurane and Sevoflurane associated with delirium effect
when awakening from general anesthesia. This research using placebo as control, we
evaluate delirium effect from single dose dexmedetomidine when awakening from
general anesthesia with Isoflurane as inhalation agent in pediatric patients whom
undergo elective operation.
Method: This is a double blind research. There are 46 children (age 3-10 years old)
selected randomly had dexmedetomidin 0,2 ug/kg weight or placebo before the surgery
ended. One hour after surgery, we evaluate delirium score. We noted ekstubation time,
awakening, and side effect from dexmedetomidin. We also asessed post operative pain
using objective pain scale (OPS).
Result: The delirium effect when awakening from general anesthesia in the group
given dexmedetomidine are better than the placebo group (P<0,05). Post operative
pain are similar in both groups. Ekstubation time and awakening time in
Dexmedetomidin group are longer than placebo group, but not qualified statistically.
No side effect (hypotension and bradicardia) in both groups.
Conclusion: We conclude that dexmedetomidine 0,2 ug/kgBB intravenous proven to
minimize delirium incidens when awakening from general anesthesia with isoflurane
with childen undergo elective surgery.
Keywords : dexmedetomidine, delirium, isofluran, anesthesia
ABSTRAK
Latar Belakang: Dexmedetomidine memberikan efek sedasi, analgesia, dan anxiolitik
setelah pemberian intravena. Isofluran dan sevofluran dihubungkan dengan angka
kejadian delirium saat pulih sadar dari anestesi umum pada pasien pediatrik. Pada
penelitian dengan menggunakan placebo sebagai kontrol, kami mengevaluasi efek dari
dosis tunggal dexmedetomidine pada delirium saat pulih sadar dari anestesi umum
pada pasien pediatrik yang menjalani pembedahan elektif menggunakan anestesi
umum dengan isofluran.
Metode: Pada penelitian acak tersamar ganda ini , 46 anak (usia 3-10 tahun) dipilih
secara acak mendapatkan dexmedetomidin 0,2ug/kgBB atau placebo pada akhir
pembedahan. Semua pasien mendapatkan obat anestesi yang standar. Setelah
pembedahan, nilai delirium saat pulih sadar dari anestesi umum diukur sampai 1 jam
pascabedah. Waktu ekstubasi, waktu pulih sadar, dan efek samping dari
dexmedetomidine dicatat. Setelah pembedahan nyeri pasien diukur dengan
menggunakan objective pain scale (OPS) .
Hasil: Nilai delirium saat pulih sadar dari anestesi umum pada kelompok
dexmedetomidine lebih baik daripada kelompok placebo (P<0,05). Nilai nyeri sama
pada kedua kelompok (P>0,05). Waktu ekstubasi dan waktu pulih sadar lebih panjang
pada kelompok dexmedetomidin tetapi tidak bermakna secara statistik (P>0,05). Tidak
ada efek samping (hipotensi dan bradikardi) pada kedua kelompok.
Kesimpulan: Kami menyimpulkan bahwa Dexmedetomidine 0,2ug/kgBB intravena
dapat mengurangi insiden delirium saat pulih sadar dari anestesi umum dengan
isofluran pada anak yang menjalani pembedahan elektif.
Kata kunci : dexmedetomidine, delirium, isofluran, anesthesia
Artikel Sekarang
Dipublikasi pada 01 July 2013
Penulis :
» Cahya Hendrawan
» Syafri Kamsul Arif
Kategori : Penelitian
Berkas Artikel (PDF)
Dari Jurnal
Volume V Nomor 2, Juli 2013 Cover JAI
Daftar Isi | Berkas Full (PDF)

 

Beri komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122)

Filename: Unknown

Line Number: 0

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/cpanel/php/sessions/ea-php56)

Filename: Unknown

Line Number: 0